oleh

10 FAKTA SANGIANG API BIMA, the Mountain of Spirit

NTB (internusamedia.com), Bagi warga Bima, pasti tidak asing dengan potensi wisata tersembunyi satu ini, SANGIANG. tapi taukah anda bahwa gunung/pulau sangiang yang oleh dunia dikenal dengan nama SANGEANG API adalah salah satu tempat di Bima yang paling banyak muncul dalam catatan sejarah dalam dan luar negeri sejak ratusan tahun yang lalu?.

Berikut 10 Fakta tentang Gunung API SANGIANG.

1.Muncul dalam catatan salah satu kitab paling terkenal di jaman Majapahit, Negarakertagama. Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa wilayah kekuasaan Majapahit di Indonesia Timur meliputi Bedahulu (Bali), Bima, Dompu dan Sangiang Api (Nusa Tenggara Barat), Wanin (Papua Barat), serta Seram dan Banda di Maluku.

2. Merupakan salah satu Gunung berapi Paling Aktif di gugusan kepulauan Sunda kecil (Kepulauan sebelah Timur pulau jawa). 1 dari 78 gunung berapi teraktif dalam rangkaian Ring of Fire.
Tercatat meletus pertama kali di tahun 1512 dan 19 kali setelah nya, terakhir meletus pada Mei 2014 (Summary of Holocene eruption dates and Volcanic Explosivity Indices (VEI)_volcano.si.edu). Letusan pada tahun 2014 membentuk Cincin asap yang indah dan sempat diabadikan dari dalam pesawat oleh fotografer profesional, Sofyan Effendi.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

3. Muncul dalam banyak jurnal asing sejak jaman Belanda, dalam buku Historisch En Geographisch Woordenboek di tulis khusus di bagian goenoeng Api yaitu :
“Sangeang juga disebut pulau timur dari Pulau Sumbawa, di bawah kekuasaan Sultan Bima, dengan puncak gunung yang tajam di sisi timur, yang selalu meletus, terdapat kerbau dan kuda dengan penduduk 300 jiwa, pulau juga berfungsi sebagai tempat tinggal untuk mereka (penduduk) tapi sekarang dilarang untuk sementara waktu.” (Historisch En Geographisch Woordenboek – Servas De Bruin, hal 1183 – tahun publikasi 1869).

Gunung Api Sangiang kembali tertulis dalam buku catatan harian ekpedisi ‘Sibolga’ tahun 1899, sebuah ekpedisi penelitian ekosistem laut dimana mereka mengisi perbekalan air bersih, dalam catatan tersebut di jelaskan bahwa Pulau Sangiang mempunyai keindahan laut serta ekosistem-nya yang luar biasa.

Komentar

Terkini