oleh

Kepala BP Batam: Kampung Tua Segera Dituntaskan Tahun Ini

Batam – Kepri (Internusamedia.com) – Atas perintah pak Presiden Kampung Tua akan segera diselesaikan pada 2019 lalu sebelum pilpres. Beliau orasi di Temenggung bahwa Kampung Tua minta diselesaikan dan diberikan sertifikat hak milik. Ada sebanyak 37 titik Kampung Tua di Batam, 3 titik sudah selesai karena belum ada PLnya. Yang ada PLnya harus didudukkan dulu. 34 titik sisanya harus diselesaikan. Untuk menyelesaikan 37 titik ini butuh waktu yang cukup panjang karena pegawai saya di bagian lahan tidaklah cukup banyak menyelesaikan Kampung Tua karena mereka punya tugas pelayanan cukup banyak setiap hari. Maka dibagi shift jadinya. Dalam menyelesaikan ini tak mungkin bisa lompat-lompat.

Karena ada perintah Kementerian Pak ATR pada waktu datang Januari 2019 lalu, bahwa tanah 200 meter bagi orang yang tidak mampu akan di bebaskan UWTO. Karena ini perintah dari pusat harus saya selesaikan karena tak bisa sekaligus. Dan saya tak pernah menyampaikan bahwa saya tidak akan menyelesaikan UWTO 200 meter kebawah. Hal tersebut di sampaikan pada Kamis 23/01/2020

Berapa jumlah kavling yang 200 meter kebawah ada ratusan ribu. Apakah tahun ini selesai? Tidak. Kita akan inventarisasi seluruh kavling yang ada. Kavling 200 meter kebawah kita minta kriterianya semua.

Kemudian kemampuan ekonomi masing-masing yang menguasai kavling ini. Mana yang terendah, kalau ada 70 meter tak mampu lagi maka kita bantu. Sertifikat akan diberikan gratis. Pemerintah yang menanggung.

Untuk ekonomi, BPS dan Dinsos yang memiliki peranan penting mampu atau tidak. Sesuai dengan data yang ada di Pemko saat ini.

Data lagi disiapkan. Masih dalam proses. Isu sudah berkembang.

Ada satu hal yang perlu diketahui karena BP Batam saat ini bisa operasional salah satu sumbernya adalah PNBP dari UWTO. BP Batam bisa menggaji, bisa memberikan tukin salah satu sumbernya PNBP dari UWTO.

Sebagai pimpinan BP salah satu dasar untuk mengambil keputusan. Apakah mungkin pegawai saya akan menganggur. Mungkin tidak.

Pelabuhan saya kejar terus penyelesaiannya karena saya ingin meningkatkan pendapatan unit usaha BP dari sektor pelabuhan dan bandara. Supaya suatu waktu mencapai Rp 1 triliun. Kalau bisa capai dalam tahun ini, maka apa yang diperintahkan Menteri ATR selesai dari 1 bidang dari pelabuhan.

Komentar

Terkini