oleh

MUSYDA KE XIII DPD IMM NTT

Kota Kupang (internusamedia.com), Pembukaan Musyawarah Daerah Ke XIII DPD IMM dengan temah” Membangun kemandirian membumikan nalar gerakan untuk NTT berkemajuan” yang di laksanakan di aula utama Universitas Muhammadiyah Kupang pada tanggal 1 November 2019 berjalan dengan lancar.

Ketua Umum DPD IMM NTT (Fathur Dopong) menyampaikan dalam pidato Iftitah” jangan memaknai Musyda kali ini hanya sebatas menggantikan nahkoda baru, tapi mari kita jadikan Musyda sebagai ajang kita Silahturahmi antar kader, evaluasi kinerja kepimpinan, menyatukan konsep untuk di jadikan rekomendasi kepimpinan selanjutnya dan memilih nahkoda Baru DPD IMM NTT periode 2019- 2021.

untuk itu saya mau sampaikan bahwa ke absahan suatu pemimpin adalah bagaimana ia mampu mensejaterahkan rakyatnya, kesejahteraan yang saya maksud bukan, masalah finansial/ keuangan tapi bagaimana pemimpin mampu mentranspormasi nilai nilai intelektual, humanitas dan relegiusitas kedalam diri kader IMM NTT.

selain itu Fathur juga menyampaikan bahwa, momentum Musyda kali ini, saya berharap kader imm harus pastikan pemimpin yang anda pilih suda punya kemampuan yang di andalkan dan mampu hadir dalan 3 posisi, pertama; berada di belakang sebagai pendorong. di tengah sebagai penyemangat dan di depan sebagai contoh/ tauladan.

Sambutan rektor Universitas Muhammadiyah Kupang (Dr. Janur Wula, M.Si) menyampaikan, saya menyambut baik atas kegiatan Musyda DPD IMM dan secara Sivitas Akademik mengucapakan selamat dan sukses.

Kami menyambut baik atas kegiat IMM dan Artom IMM di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, saya berharap kader IMM hadir sebagai contoh dan mampu mengedepankan Karakter dalam berproses.embuh nya.

Selanjutnya Ketua DPP IMM (Abdullah S. Toda) dalam sambutannya menyampaikan Membangun Kemandirian seorang pemuda/mahasiswa dalam membangun organisasi dan bangsa sebagai sebuah kekuatan harus memiliki 3 potensi, yang mana 3 potensi ini juga sebagai kesiapan sebuah negara dalam mempersiapkan diri memasuki generasi emas 2045 yang disebuat jiga sebagai Historical blok diantaranya,
_Pertama_ memilki kemampuan dan skill dalam perpolitikan, karena bicara politik akan menghasilkan kekuasaan dan arah kebijakan demi kemaslahan kemanusiaan universal.
_Kedua_ memiliki potensi ekonomi yang memadai, maju mundurnya sebuah bangsa dan sebagai salah satu kekuatan pondasinya ada di ekonomi, karena ekonomi merupakan hajat hidup banyak orang.
_Ketiga_ adanya kekuatan di kalangan pemuda, tidak bisa naffikan bahwa pemuda adalah benteng terkahir peradaban dunia, di indonesia jika soekarno tidak punya keberanian lewat semangat kepemudaannya maka negara tidak mungkin merdeka, begitu halnya dengan ketika tidak adanya keberanian Prof. DR. Hamka maka tidak adanya intelektual yang diwariskan di bangsa ini.

Komentar

Terkini