oleh

Sat Reskrim Polresta Barelang OTT Staff Pegawai Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam

Batam- Kepri (internusamedia.com) -Sat Reskrim Polresta Barelang Operasi Tangkap Tangan staff pegawai Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam. Tkp dilakukan di Cafe Exselso, Tiban, Sekupang pada hari selasa 27/08/2019 pukul 20.00 wib.

Polisi telah mengetahui kejadian ini sudah sejak lama dilaporkan oleh masyarakat namun belum ada waktu yang tepat untuk menangkapnya. Ketika pertemuan staff pegawai Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K). Tersangka (AS) dengan salah seorang nelayan belakang padang di kafe tersebut. Dalam pertemuan tersebut polisi langsung OTT uang suap sebesar $ 500 satu buah Hand Phone.

Dengan modus memperlambat megeluarkan surat yang seharusnya di urus dalam satu hari, surat administrasi untuk pembelian bahan bakar untuk operasi penangkapan ikan oleh nelayan namun diperlambat pengurasan agar bisa meminta suap pada nelayan.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Saat itu juga dibawa ke Polresta barelang untuk di periksa secara intensif sehingga tedapat 9 saksi; salah satunya kepala dinas, Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam (Husnaini).

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmad Purboyo mengatakan kemungkinan tersangka lainnya masih ada.“Bisa saja ada tersangka lain, saat ini masih kita lakukan pendalaman,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers di Mapolresta Barelang, Rabu (28/8/2019).

Saat ini polisi menahan barang bukti berupa uang dolar singapura $500 dan satu buah Hand phone beserta dukumen.

Hingga berita ini dipublikasikan polisi masih mengembangkan kasus ini sampai tuntas. “Masih ada tersangka lain, kita akan dalami kasus ini”, tegas Kapolres.

Untuk pelaku, dijerat Pasal 12 huruf a dan atau Pasal 11 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atad UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Pelaku, terancam hukuman penjara selama 4 tahun dan denda Rp 1 miliar. (Nikolaus laka)

Komentar

Terkini