oleh

Simpatisan Jeriko Sebut GSK dan Leo Lelo Pembohong Demokrasi

KOTA KUPANG, IM.Com, Simpatisan Jeriko mengecam pernyataan dan tudingan Gabriel Suku Kotan (GSK) dan Leo Lelo yang menyebutkan bahwa masa yang melakukan demonstran menolak kegiatan Demokrat di NTT bukan orang demokrat asli, mereka menuding GSK dan Leo Lelo telah membohongi publik NTT.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Relawan Simpatisan Jeriko, Herison Arianto Kore, jumat (4/2), Heri membeberkan bahwa masa yang melakukan aksi damai ke Polda NTT bahkan ada yang lebih senior dan lebih dulu masuk partai dari Ketua Umum Demokrat Agus Yudhoyono.

Bukti pembohongan publik yang dilakukan Gabriel Suku Kotan yakni menyebutkan bahwa suara DPC Malaka dan DPC Rote Ndao dianulir dalam Musda padahal GSK bukan peserta Musda, karena hasil verifikasi suara oleh BPOKK suara tersebut sah, “janganlah Berbohong, kami punya Dokumentasi Video yang lengkap dan juga Berita Acara Persidangan Musda Demokrat di Hotel Aston,” beber Heri.

Sekedar informasi, saudara Gabriel Suku Kotan bukan Pemegang Hak Suara di Forum Musda. Bahkan menurut Heri, Gabriel Suku Kotan diijinkan masuk ruang sidang hanya saat acara pembukaan Musda Selebihnya GSK tidak punya hak untuk berada di Ruang Musda.

Herison juga mengingatkan GSK dan Leo Lelo agar tidak asal-asalan memvonis simpatisan Jeriko dengan sebutan Gerombolan Pengacau Partai Demokrat (GPPD), karena Partai Demokrat menjadi salah satu partai besar bukan hanya andil dari pengurus partai saja namun ada dukungan simpatisan “semua yang melakukan demonstran adalah murni orang demokrat, orang yang berdarah-darah dan mengumpulkan suara untuk Partai Demokrat, baik itu Pilkada, Pilpres dan Pileg,” kata Heri.

“kami ingatkan agar GSK dkk yang menamai diri Demokrat NTT jangan mudah labeli orang dengan sebutan GPPD karena Demokrat besar di NTT bukan karena kerja pengurus partai saja, tapi juga oleh simpatisan partai,” jelas Heri.

Menurut Heri, Gerakan yang dilakukan simpatisan Jeriko menandakan bahwa persoalan penentuan Ketua Partai Demokrat di NTT belum selesai sebelum adanya klarifikasi dan penjelasan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Yudhoyono tentang penentuan seseorang yang kalah dalam Musda sebagai Ketua partai.

Komentar

Terkini