oleh

Pemilih Tak Dikenal Ikut Nyoblos DI TPS 25, Ada Apa dengan KPPS dan PPS

KUPANG, INTERNUSAMEDIA.COM Kuat dugaan KPPS dan PPS bersekongkol membiarkan pemilih tak dikenal ikut nyoblos di TPS 25 Kelurahan Maulafa Kecamatan Maulafa berdampak  Kerugian bagi Partai maupun Caleg peserta pemilu 17 April 2019.

“Pembiaran pemilih gelap ikut nyoblos justru memicuh dugaan adanya persekongkolan yang berdampak merugikan bagi partai lain dan menguntungkan partai tertentu.

Hal ini mendapat perhatian serius dari Partai Solidaritas Indonesia salah satu partai peserta Pemilu 2019. Dimana pada saat pleno rekapitulasi hasil suara TPS 25 Kelurahan Maulafa ditemukan sejumlah pemilih tak dikenal ikut Nyoblos. “ini sangat merugikan Partai Solidaritas Indonesia. Sebagaimana dikatakan Ketua DPD PSI Kota Kupang,  Amsal Mauta kepada awak media, saat ditemui di Teras depan Kantor BAWASLU Kota Kupang, 21 Mei 2019.

Mengapa demikian, lebih lanjut Amsal menjelaskan, adanya selisih jumlah surat suara antara Presiden, DPD, DPR baik pusat maupun Daerah. Berdasarkan fakta ini maka PSI mengajukan keberatan saat perhitungan suara berlangsung sehingga untuk membuktikan itu kotak suara dibuka untuk mengetahui jumlah pemilih yang ada di dalam daftar hadir” , jelas Ketua PSI.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Setelah dicek daftar hadir (C7) ditemukan ada beberapa kejanggalan yakni 147 pemilih yang tidak tanda tangan daftar hadir dari 216 total pemilih di TPS 25, dan sekitar 10 orang pemilih ber-KTP luar Kota Kupang  yang ikut mencoblos.

“Seharusnya pihak penyelenggara mengetahui adanya pemilih gelap ketika pemilih hendak menggunakan hak pilih terlebih dahulu petugas PPS memeriksa C6, Setelah itu, PPS akan mencatat identitas pemilih ke dalam formulir C7 atau form presensi pencoblosan termasuk pemilih membubuhkan tanda tangan di form C7. Namun hal ini diabaikan oleh KPPS maupun PPS.

“Bagaimana mungkin pemilih berktp luar Kupang dibiarkan ikut mencoblos, dan 147 pemilih mencoblos tanpa membubuhkan tanda tangan pada daftar hadir. Ini fakta yang menurut hemat kami mestinya petugas penyelenggara menyatakan TPS 25 tidak sah sehingga dilakukan proses pemungutan suara ulang (PSU)”, ungkap Amsal.

Oleh sebab itu kami sudah melaporkan kepada Bawaslu dan untuk sementara  sedang diproses. “Tentunya kami punya bukti foto daftar hadir dan bukti lainnya yang terlampir yang sudah kami serahkan ke BAWASLU Kota Kupang”, pungkas Amsal. (Tim)

Komentar

Terkini