oleh

ORANGTUA DI KOTA KUPANG SEHARUSNYA MALU

-Opini-17 views

Yang Tercecer Dari Saku Seragam Sekolah

Oleh : Gusty Rikarno, S.Fil
(Jurnalis Media Pendidikan Cakrawala NTT)

Sahabatku, Robertus Fahik, S.Fil, M.Si memberi kabar. Katanya, ikan berukuran besar sudah dibeli bersama minuman bir berjumlah sepuluh botol. Ada beberapa menu yang selesai diolah untuk dinikmati sebagai makanan pembuka. Tugasku hanya hadir dan menikmati yang ada sambil menikmati serunya tim Media Pendidikan Cakrawala NTT (MPC-NTT) membakar ikan berukuran besar itu. Kita patut berbangga. Hari ini, minuman “Sophia” prodak kebanggaan NTT di-launching. Selain itu kami ingin merayakan kebersamaan dalam cara dan gaya lama namun tetap elegan. Makan bersama adalah salah satu cara dan gaya itu. Kami lazim begitu. Ingin selalu menegaskan petuah tua di zaman dulu jika makan bersama itu adalah bagian dari doa. Makan dan nikmati apa yang terjadi. Minimal kamu kenyang. Minimal secara jasmani. Itulah hidup. Nikmati dan rayakan.

R. Fahik, memang selalu begitu. Sebagai pemimpin redaksi MPC-NTT, ia selalu memberi kejutan. Tentang sastrawan muda NTT ini, bakal saya ceritakan nanti. Sesosok jiwa yang selalu “bertengkar” dengan semesta. Keputusannya meninggalkan biara, status dosen dan fokus bekerja di MPC-NTT adalah hal yang patut digali, diolah dan dikunyah. Minimal pada titi itu kita mengetahui dan menikmati kata “move on”. Bersabar dan mari kita kembali pada keriuhan membakar ikan berukuran besar itu.

Dalam waktu dua puluh menit, saya tiba di lokasi perumahan Baumata, tempat penyair Malaka ini ber-nyawa. Jika ada yang bersaksi, lokasi perumahan itu masuk otoritas wilayah Kabupaten Kupang, itu tidak benar. Banyak warga perumahan Baumata termasuk R. Fahik sekeluarga ber-KTP Kota Kupang. Berjarak dekat dengan Bandar Internasional Eltari dan tempat berdiamnya para prajurit Angkatan Udara (AU), membuat lokasi perumahan ini selalu ramai. Berada di sini, kita sebenarnya sedang merayakan ke-Indonesia-an kita. Beragam suku, agama, tempat asal dalam aneka bahasa dan karakter ada di ini tempat.

Begitulah yang namanya perumahan. Lahan dan bangunan didesain dalam bingkai pertimbangan bisnis. Tidak boleh sejengkal tanahpun dibiarkan ada tanpa maksud dan tuan. Anak-anak sekolah (TK-SD) selalu menjadikan lorong jalan sebagai tempat bermain. Jika kamu ingin berkendaraan perhatikan cara jalan si pendorong gerobak itu. Santai, perlahan dan hati-hati. Ada beberapa ekor anjing yang dipelihara dengan satu syarat. Tidak boleh galak. Jika kemudian terlihat ngalak, maka bukan hanya anjingnya yang ber-kosekuensi tetapi juga tuannya. Yah… bakal dijauhi dan “dituduh” manusia penyendiri yang tidak mampu bersosialisasi.

……………………………………………………………

Komentar

Terkini