oleh

TOLERANSI DAN KEBHINEKAAN DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

-Opini-12 views

OLEH : ENSTEN MEYNERS (Pemimpin Redaksi)

Entah dari mana saya harus memulai tulisan saya mengenai toleransi dan kebhinekaan, karena bagi masyarakat Indonesia hal itu layaknya nafas yang tanpanya sama dengan kematian, sebab toleransi sejatinya adalah alasan dasar dari berdirinya Negara Indonesia, jika para pejuang tidak memiliki rasa toleransi dan bersatu mengusir penjajah maka tidak akan ada Indonesia yang kita kenal saat ini, artinya sikap toleransi merupakan alat utama dan menjadi landasan dari terciptanya kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan diseluruh penjuru negeri.

Sebagai masyarakat yang lahir dan hidup di negeri bahari dengan 700-an lebih etnis yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau di Nusantara, sejatinya harus lebih paham dan menjunjung tinggi segala bentuk perbedaan, sebab jika dilihat dari topografi Indonesia saja kita sebenarnya sudah mewakili arti dari keberagaman, kita bukan Belanda, Portugal, Inggris atau Italia sebagai Negara dengan satu jenis etnis, kita adalah Indonesia sebuah Negara dengan kemajemukan terbesar di dunia, satu-satunya Negara dengan jumlah agama dan kepercayaan terbanyak didunia, negara dengan ras, suku, bahasa, dan budaya yang multikultural, sehingga ketika orang-orang didunia membicarakan keberagaman maka yang pertama terlintas dibenak mereka adalah Indonesia.

Lalu mengapa kita masih ribut soal toleransi ? jika sesungguhnya kitalah contoh toleransi dunia, sedari jaman nenek moyang toleransi sudah menjadi ideologi pemersatu nusantara yang plural.  Menurut saya, banyak diantara kita pada dasarnya kurang peka bahwa para pendiri bangsa sebenarnya sudah memuat toleransi dalam ke-lima sila sebagai falsafah dasar Negara, mari kita coba menguraikannya satu persatu :

Ketuhanan Yang Maha Esa : sila ini memiliki arti bahwa keberagaman baik agama maupun kepercayaan yang ada di Indonesia, sejatinya menyembah sang khalik sebagai Tuhan melalui cara dan ibadah yang berbeda

Kemanusian yang adil dan beradab : ini wujud dari kesamaan derajat baik itu mayoritas maupun minoritas dalam wujud masyarakat yang beradab

Persatuan Indonesia : artinya segala etnis, bahasa, budaya yang ada di bumi nusantara bersatu dalam sebuah payung yang disebut Indonesia

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : kebijaksanaan sebagai tonggak dari toleransi, yang mewakili setiap perbedaan dan keberagaman

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : seperti pepatah “berdiri sama tinggi, duduk sama rendah” seluruh rakyat Indonesia harus diperlakukan adil tanpa melihat latar belakang masing-masing.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Jelas terlihat ketika merumuskan dasar Negara, para Bapak bangsa ini sudah memikirkan matang-matang sebuah bentuk Negara yang mengutamakan kebersamaan dalam setiap perbedaan, lantas apa lagi yang harus diperdebatkan masyarakat indonesia ? karena toleransi sebenarnya adalah kita, dan kita adalah toleransi.

Berbagai kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun adalah fakta bahwa semakin hari semakin banyak masyarakat kita yang pluralis dan egoistis dalam lingkungan bermasyarakat, banyak sudah kasus terjadi dikarenakan melemahnya penanaman pendidikan moral dasar Pancasila membuat perbedaan terasa begitu besar merongrong keutuhan bangsa. Konflik Sampit melibatkan etnis Dayak sebagai penduduk asli dan etnis Madura sebagai transmigran, Konflik Poso yang melibatkan aparat, teroris dan masyarakat, konflik Ambon yang melibatkan umat beragama (khususnya Islam dan Kristen), serta yang santer diberitakan di media-media Indonesia adalah kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta saat di Kepulauan Seribu, dan masih banyak lagi kasus serta konflik etnis dan agama di Indonesia yang tidak diketahui oleh publik Indonesia sampai sekarang.

Komentar

Terkini