oleh

Kepala BIN : Distribusi Minyak Goreng Harus Ketat dan Konsisten

-Nasional-158 views

JAKARTA, IM.COM – Kelangkaan minyak goreng di pasaran, berdampak pada kenaikan harga minyak goreng 2-3 kali lipat. Meski Pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan seperti pengaturan batas kuota ekspor sawit kelangkaan minyak goreng di pasaran tetap terjadi. Menyikapi hal tersebut Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan meminta agar dilakukan pengaturan distribusi minyak goreng secara ketat dan konsisten.

Pernyataan Kepala BIN tersebut diafirmasi oleh M. Adhiya Muzakki, selaku Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI). Adhiya menilai, konsistensi pelaksanaan dan pengawasan distribusi minyak goreng di lapangan bertujuan untuk memastikan turunnya harga ke level wajar.

“Sepakat dengan Kepala BIN, kita perlu untuk konsisten dalam mengawasi distribusi minyak goreng, dengan tujuan agar produsen memilih mendistribusikan produknya di pasar lokal serta harganya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” papar Adhia saat jumpa pers, pada Senin (21/3).

Selain itu, Adhiya mencatat bahwa naiknya harga minyak goreng merupakan kelanjutan dari terbitnya regulasi dari pemerintah menyusul adanya kenaikan harga minyak goreng sejak akhir tahun 2021.

“Naiknya minyak goreng ini merupakan lanjutan dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Adhiya melihat Harga Eceran Tertinggi (HET) bersubsidi pada satu sisi turut menyeimbangkan pasokan minyak curah dan memperbanyak pilihan bagi masyarakat.

“Naiknya harga minyak goreng bersubsidi pada satu sisi juga menyeimbangkan pasokan minyak curah, yang tentunya memperbanyak opsi bagi masyarakat dalam memilih,” tambahnya.

Adhiya yakin bahwa, naiknya harga minyak goreng akan kembali stabil setelah pasar supply and demand berlangsung, yang nantinya membuat harga turun ke level yang wajar.

“Gejala itu akan mereda saat hukum pasar supply and demand berlangsung. Sehingga, akan ada equilibrium harga ke level wajar dan tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya.(Red/DK)

 

Komentar

Terkini