oleh

Hujan Lebat, Jokowi Beratap Payung Tinjau Lokasi Food Estate di Sumba

-Nasional, Pertanian-1.308 views

DESA MAKATA,SUMBA, IM.COM – Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mentan Syahrul Yasin Limpo, Seskab Pramono Anung dan Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat meninjau kawasan food estate yang terletak di Bukit Ngora Lenang, Lai Patedang, Desa Makata Keri, Kec Katiku Tana, Kab Sumba Tengah Prov NTT, Selasa (23/2/2021).

Kementerian PUPR bersama  kementerian pertanian saat ini tengah mengembangkan program food estate di Provinsi NTT yang diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa dan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020 – 2024.

Kendala pengembangan lumbung pangan di NTT ini adalah ketersediaan air untuk mengairi persawahan. Untuk itu, pemerintah membangun hingga sebanyak 200 sumur bor dan beberapa embung untuk pengairan sawah. Itu pun masih jauh dari cukup.

Baca juga : Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGS) 2030

“Saya telah menginstruksikan Menteri PUPR untuk melihat potensi pembangunan waduk atau bendungan di wilayah ini. Selain itu, saya memerintahkan Menteri Pertanian untuk turut memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang dibutuhkan para petani setempat” ungkap Jokowi.

Kawasan Nusa Tenggara Timur memang dikenal memiliki lahan tidur yang sangat luas, lahan tidur ini dikarenakan tidak adanya ketersedian air untuk mengolahnya. Menurut Jokowi “dengan food estate di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan NTT, saya berharap akan bisa terbangun ketahanan pangan yang baik untuk negara kita” tutupnya.

Baca juga : Apel Siaga Pasukan Pam VVIP Kunjungan Kerja Presiden RI ke Sikka.

Wilayah yang ditinjau ini adalah lumbung pangan baru seluas 5.000 hektare yang dibangun di NTT yang 3.000 hektare di antaranya untuk padi, selebihnya ditanami jagung.

Infrastruktur yang dibangun untuk mendukung food estate di Sumba ini terdiri dari sumur bor dan embung yang direncanakan dapat memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian. Sumur pemboran sebanyak 7 unit dengan kedalaman pengeboran sedalam 57 sd 70 meter dan jarak dari sumur bor ke saluran pembagi 1.5 km tersebut mempunyai kapasitas 50,59 liter/detik untuk lahan pertanian seluas 50,59 Ha, sedangkan embung sebanyak 1 unit mempunyai kapasitas tampung 850.000 m3 untuk lahan pertanian seluas 200 Ha.

Komentar

Terkini