oleh

SATGAS YONIF RAIDER 142/KK LATIHAN PRATUGAS PAMTAS RI – TIMOR LESTE

Pangdam II/Swj, juga berpesan kepada Danrem 042/Gapu beserta staf, pelatih dan pengendali agar menyelenggarakan latihan pratugas dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Laksanakan latihan secara realistis, berat, tetapi terukur dan menantang hingga prajurit terbiasa menghadapi kerasnya daerah penugasan. Kerahkan segala daya dan kemampuan yang kalian miliki, jangan mentolerir sekecil apapun kesalahan terkait dengan taktik dan teknik bertempur,” Pungkas Pangdam.

Tampak hadir, Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudi, M. Sc., S.S., Bupati Batanghari, Syahirsah SY, GM PT. Bumi Sawit Utama, Waasops Kasdam Letkol Inf Romas Herlandes, Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf Ary Yudistira dan Dan/Kasat Balak jajaran Korem 042/Gapu.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Usai membuka latihan Pratugas, Brigjen TNI Syafrial, psc., M. Tr (Han) menceritakan pengalaman-pengalamannya selama bertugas di Pamtas untuk memacu semangat satgas Yonif R 142/KJ.

“Saya tumbuh semangat menggelora saat bicara didepan para personel yang akan berangkat ke Pamtas, berikan yang terbaik latihan jangan main-main. Ingat tanggung jawab selaku Satgas, berikan prestasi bagi keluarga kalian di Jambi. Jadilah yang terbaik di daerah operasi, reward apa,? kalian akan diberangkatkan lagi ke luar negeri seperti Lebanon. Kalian telah dalam kualifikasi Raider maka berikan yang terbaik, darimana awalnya, iya dari latihan pratugas ini,m”, ungkap Kasdam II/Swj.

Kepada para awak media Kasdam menjelaskan, ada 450 personel akan diberangkatkan pada Minggu kedua pada bulan Juli 2019, selama 9 Bulan.

“Tugas pokoknya jelas menjaga kedaulatan perbatasan, seperti patok-patok perbatasan agar tidak berpindah. Jadi mereka bukan operasi bertempur disana tetapi menjaga kedaulatan dan perbatasan, namun selaku prajurit TNI mereka disiapkan dan berlatih untuk bertempur itu untuk antisipasi terburuk, lamanya 9 bulan kemudian dirotasi. Mereka disiapkan 450, masuk dalam 21 pos, masing-masing pos dikomandani perwira,” jelasnya. (R. Husni Herry)

Komentar

Terkini