oleh

Pembunuhan Bos PT. TCN 3 Tahun Lalu Terungkap

Muara Teweh (Kalteng), Internusamedia.com. Jajaran Polres Barito Utara (Barut) berhasil mengungkap kasus pembunuhan bos PT. Trisakti Cipta Nusantara, Kilindra Candra Eta alias Indra (29) warga Surabaya, yang merupakan Sub kontraktor PT AKR (perusahaan tambang batubara) sebagai penyedia BBM yang terjadi pada Maret 2016 silam.

Pelaku ternyata adalah karyawan koban sendiri yang bernama Fadlyanor alias Fadly (26), warga Jalan Kenanga Muara Teweh yang bekerja sebagai sopir korban.

“Pelaku berhasil ditangkap pada Minggu (2/6) yang lalu,” kata Kapolres saat press conference di Mapolres Barut, Rabu (19/6/2019).[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Menurut Kapolres Barut AKBP Dostan Matheus Siregar, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa pelaku mengaku pernah melakukan pembunuhan sekitar tahun 2016. Kemudian masyarakat yang mengetahui informasi itu melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Selanjutnya, berbekal informasi tersebut, penyidik melakukan pendalaman. Dan kemudian Unit Buser Polres Barut menindak lanjuti dan mencari orang yang mengaku tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengencekan ke lapangan termasuk ke keluarga korban yang berada di Surabaya, ternyata memang betul korban hingga saat ini belum ada kabar. Sehingga akhirnya menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan dikubur oleh pelaku.

“Pelaku melakukan pembunuhan ini dengan motif sakit hati, kebetulan pelaku dan korban sama-sama bekerja di PT. Tri Sakti Cipta Nusantara. Jadi, si pelaku meminta gaji, namun jawaban yang disampaikan korban tidak mengenakkan sehingga pelaku melakukan pembunuhan dengan cara menusukkan pisau ke dada korban, saat tengah asyik bermain handphone di dalam mobil” terang Dostan.

Setelah melakukan pembunuhan dan mengubur korban di jalan blok km 24, Desa Hajak Kecamatan Teweh Baru, pelaku mencoba menghilangkan barang bukti , mobil milik perusahaan yang digunakan oleh korban dan pelaku ia titipkan kepada rekannya di Kabupaten Murung Raya.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

“Atas perbuatannya, menganiaya dan menghilangkan nyawa orang lain, Pelaku kita ancam Pidana maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tegas Dostan. (Alie Moh. Nur)

Komentar

Terkini