oleh

DITRESNARKOBA POLDA KEPRI BERHASIL UNGKAP KASUS NARKOBA JENIS GANJA, SABU DAN PIL EKSTASI

Polda Kepri (Internusamedia.com), Pengungkapan Kasus kejahatan tindak pidana narkoba jenis Ganja, Sabu dan Ekstasi berhasil diungkap oleh Ditresnarkoba Pold Kepri, hal ini disampaikan saat Konferensi Pers oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. didampingi Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, S.H., S.Ik., M.H, dan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Arthur Sitindaon, S.H., M.H. bertempat di Media Center Polda Kepri.

Kronologis Ungkap Kasus Narkoba jenis ganja yaitu pada hari minggu tanggal 5 Januari 2020 mendapat informasi dari masyarakat bahwa di wilayah Tiban Center Sekupang-Kota Batam ada seseorang diduga memiliki narkoba jenis daun ganja, menindaklanjuti informasi tersebut kemudian Tim Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penangkapan terhadap seseorang *berinisial SM Alias MN* yang berada dipinggir jalan Tiban Center dan dilakukan penangkapan, penggeledahan, benar ditemukan daun ganja yang dikemas dengan lakban warna coklat seberat *43 (empat puluh tiga) gram*. Dari keterangan inisial SM alias MN mengarah kepada tersangka kedua yakni Inisial *AS alias MS* dan dilakukan penangkapan saat tersangka berada dipinggir jalan Pasir Putih, Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam.

Dari pemeriksaan terhadap AS alias MS tidak ditemukan barang Bukti Narkoba namun tim berhasil memperoleh keterangan terhadap seorang yang berinisial *AH alias WA* yang berada di wilayah Kampung Pelita Lubuk Baja Kota Batam, selanjutnya tim melakukan penangkapan dan penggeledahan di tempat tinggal tersangka *inisial AH alias WA* diamankan barang bukti *8 buah polibek bibit yang didalamnya berisikan 56 bungkus daun kering diduga ganja yang dibungkus dengan lakban warna coklat seberat 5.827.42 gram.*

Dari ketiga orang tersangka tersebut diamankan juga barang bukti beberapa Unit Handphone yang dijadikan alat komunikasi, kartu identitas para tersangka, alat ukur Timbangan, dan satu unit Becak Motor yang digunakan Inisial AH alias WA sebagai alat transportasi. Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 114 ayat (2) dan pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 Tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Komentar

Terkini