oleh

Pertikaian Antara Taksi Online dan Taksi Konvensional, Rudi: Itu Tanggungjawab Pemprov Kepri

Batam – Kepri (Intenusamedia.com) – Pertikaian antara taksi online dan taksi konvensional di Kota Batam, Kepulauan Riau, tak kunjung tuntas. Hingga kini, kedua kubu tersebut saling bertikai.

Wali Kota Batam HM Rudi terkesan lepas tangan. Ia pun menyerahkan sepenuhnya permasalah itu ke Gubernur Kepulauan Riau.
“Wewenang taksi online itu di provinsi, seluruh Indonesia juga begitu, tanya saja ke gubernur langsung,” ujar Rudi di Batam Centre, Batam, Senin (6/1/2019).

Rudi mengaku sudah beberapa kali berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi namun gagal. Termasuk menyurati. “Sudah capek saya (menyurati ke gubernur),” kata dia.

Bahkan selain menyurati ke gubernur, Ia juga mengaku telah memfasilitasi pertemuan antara Gubernur Kepri pada saat itu masih Nurdin Basirun dengan pihak taksi konvensinal dan taksi online. Tetapi setelah itu, tidak ada progres lanjutan.

“Kalau ribut begini, mereka (pengemudi taksi,red) taunya tanggung jawab wali kota,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rudi juga meluruskan anggapan yang beredar di tengah masyarakat bahwa Ia punya taksi. Dengan tegas Rudi mengatakan bahwa Ia tidak memiliki taksi.

“Saya tak punya taksi satupun,” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya selama ini juga mendukung keberadaan taksi online. Namun tentunya kata dia harus memikirkan taksi konvensional yang sudah ada sejak sebelumnya.

“Misalnya taksi konvensional sudah 5 ribu, terus masuk lagi taksi online 5 ribu, nah ini yang harus didudukkan,” ucap Rudi. (NL).

Komentar

Terkini