oleh

KAPOLSEK SEKUPANG UNGKAP EMPAT KASUS

Batam – Kepri ( Internusameria.com) – Kapolsek Sekupang AKP Ulil Rahim S. Kom dalam konferensi persnya, pada hari kamis 28/11/2019, di depan Halaman kantor polsek Sekupang mengungkap empat kasus.

Dari 4 kasus kasus itu yang pertama adalah. Kasus pencurian Bedasarkan LP pada tanggal 9 Oktober 2018, dengan TKP di Tiban Indah.
Setelah melakukan penyelidikan cukup lama mendapatkan informasi bahwa yang diduga pelaku ini. berada disekitar Pulau Belakang Padang , dan juga kita berkordinasi dengan Polsek Belakang Padang Ahkirnya kita bisa mengungkap kasus yang sudah lama ini.

Untuk kejadiannya tersangka ini, bertempat tinggal dirumahnya korban, kejadianya pada saat korban meninggal kan rumah pergi berkerja , tiba-tiba dari tersangka ini mengamankan barang-barang dirumah korban tersebut.

Barang Bukti (BB) 1 motor Mio, koper baju,juga sepatu,jadi setelah kita mendapatkan informasi dan berkodinasi dgn Polsek Belakang Padang.
Ahkirnya kita lakukan pengamanan dan mengembangkan barang bukti yg sudah diambil, lalu kita amankan di Polsek Sekupang.
Pasal yang kita sangkakan yaitu Pasal 363 ayat 1 huruf 5 e KUHP , yaitu pencurian mengunakan alat atau kunci palsu , dengan hukuman ancaman minimal 7 tahun , untuk saat ini sudah kita percepatan diproses di kejaksaan. “Ungkap Kapolsek.

Kasus yang kedua akan kita buka kasus berdasarkan Lp tanggal 7 tahun 2019 yang setiap orang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengan orang lain.
Jadi berdasarkan penyelidikan kami mendapatkan informasi tersangka berada di Pekanbaru , berdasarkan hasil penyelidikan tim Opsional dari Polsek Sekupang berangkat ke Pekanbaru dan berhasil mengamankan pelaku di daerah Marpoyan Damai wilayah Pekanbaru, pada waktu penangkapan tgl 23 November 2019 yang lalu, Pasal yang disangkakan adalah Pasal 81 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Untuk uraian singkat kejadiannya pelaku ini main ke rumah korban dan dirumah korban lah pelaku mulai merayu dan terjadilah , prosesnya di teras rumah. Kasus yang ketiga adalah kasus perbuataan Curas, disertai pencabulan berdasarkan Lp pada tanggal 12 November 2019.
Kasus ini kita turun langsung melakukan pengembangan , menggunakan media alat komunikasi pelaku dan korban berkenalan ahkirnya dibawa jalan dibawa keliling ditinggalkan di suatu tempat .

Komentar

Terkini