oleh

5 Jam Walikota Batam Diperiksa Penyidik KPK

Kepri- Batam (Internusamedia.com). Kasus suap ijin reklamasi yang menjerat Gubernur Kepri non aktif Nuerdin Basirun menjadi bola panas, bagi sejumlah pejabat kepri dan para pengusaha. Turut terlibat orang nomor satu kota Batam H.M. Rudi. Ia di panggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan terkait kasus suap Gubernur Kepri.

H.M. Rudi diperiksa tim penyidik KPK di Polreta Barelang hari humat (26/7/2019) Selama lima jam. Setelah sholat jumat diberi ijin untuk melakukan sholat Jumat selanjutnya diperiksa lagi.

Sekitar pukul 14.00 wib baru selesai dan H. M Rudi turun dari Lantai tiga Polreta Barelang. Awak media yang menunggu dari pagi hari langsung mengejar melakukan wawancara. Sebab pemeriksaan berlangsung secara tertutup. Kata pak Rudi: Saya dimintai keterangan tentang penolakan Ranperda RZWP3K. “Alasan saya menolak bahwa saya tidak menginginkan ada tambang laut di Batam,” kata Rudi.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Ia mengungkapkan bahwa KPK meminta keterangan mengenai penolakan dirinya soal Ranperda
Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZWP3K).

“Seluruh kota Batam saya minta jangan ada penambangan pasir laut, bukan reklamasi pantai,” katanya menambahkan.

Ada pun nama-nama Tujuh orang saksi yang di periksa KPK diantaranya Iskandar, anggota DPRD Provinsi Kepri, Bun Hai, SH.,M.Kn, Notaris
Sugiarto, Wiraswasta, Tahmid, Kepala Seksi Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Drs.Firdaus,M.Si, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Riau.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Komentar

Terkini