oleh

Pemkot, Forkopimda dan MUI Bahas Penerapan Prokes Untuk Idul Fitri

KUPANG, IM .COM – Pemerintah Kota Kupang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang duduk bersama membahas persiapan perayaan Idul Fitri di Kota Kupang, yang sesuai dengan protokol kesehatan. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang, Selasa (4/5) dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad, Ketua Dewan Masjid Kota Kupang, H. Muchsin Thalib, Perwakilan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang, Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng, Wakil Kapolres Kupang Kota, Kompol Iwan Iswahyudi, Kepala Kantor Agama Kota Kupang, Yakobus Beda Kleden, Perwakilan dari Kajari Kota Kupang serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menjelaskan pertemuan tersebut bertujuan untuk menjabarkan arahan Menteri Agama RI terkait puncak perayaan Idul Fitri tahun ini, terutama tentang pelaksanaan Shalat Ied. Dari pertemuan tersebut disepakati beberapa hal terkait persiapan perayaan puncak Idul Fitri salah satunya adalah larangan untuk melakukan takbiran keliling. Jamaah hanya diperkenankan menggelar takbiran di masjid masing-masing sesuai tata cara keagamaan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk pelaksanaan Shalat Ied disepakati dilakukan baik di masjid maupun lapangan dengan tujuan untuk mengurai kerumunan jamaah, sehingga tidak menumpuk hanya di satu tempat seperti waktu lalu.

Baca juga : Menteri PPPA Temui Perempuan dan Anak Korban Bencana di Desa Pukdale NTT

Dalam kesepakatan tersebut juga diatur agar pelaksanaan Shalat Ied di lapangan terbuka harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menyiapkan perlengkapan penunjang protokol kesehatan seperti thermal gun, masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan. Panitia diharapkan memperbanyak pintu keluar sehingga tidak terjadi penumpukan setelah Shalat Ied. Para ulama dan tokoh agama juga diminta untuk menyerukan imbauan agar jamaah setelah Shalat Ied tidak bergerombol apalagi berjabatan tangan atau cium tangan.

Jamaah juga perlu diimbau untuk tidak meninggalkan sampah di tempat Shalat demi menjaga kebersihan. Kesepakatan dalam pertemuan ini nantinya akan diterbitkan dalam bentuk Surat Edaran Wali Kota, yang akan dibagikan dalam waktu dekat dan diumumkan kepada jamaah saat Shalat Jumat nanti.

Komentar

Terkini