oleh

Komisi III DPRD Batam Gelar Rapat Dengar Pendapat Terkait Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar

-Daerah-4 views

Batam-Kepri (Internusa media.com, Komisi III DPRD Batam gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa asosiasi pengusaha pelabuhan, terkait ditunjuknya Pelindo oleh BP Batam dalam pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, yang tidak melibatkan pihaknya.

Ketua INSA Kota Batam Osman Hasyim usai RDP kepada awak media mengatakan, pihaknya ingin pengelolaan pelabuhan dan industri maritim Batam benar – benar komprehensif. Tidak hanya bagaimana bicara soal masuknya investasi tapi justru kontraproduktif.

Ia mengatakan, saat ini biaya bongkar muat di pelabuhan sekarang aja dianggap mahal. Persoalannya dengan Pelindo nanti, masuk apakah biaya akan murah atau lebih mahal. Karena pihaknya berkegiatan di luar Batam seperti Belawan.

‘Di pelabuhan Belawan itu, satu kali bongkar muat kontainer bisa lima sampai enam juta. Di sini, untuk satu kontainer untuk hublingnya saja itu bisa Rp 700 – 800 ribu. Kalau sampai nanti lima sampai enam juta bagaimana industri kita. Dan akan lebih berdampak kepada industri yang lain,” kata Osman. Rabu (29/20).

Ia mengatakan, bahwa saat ini pihaknya mengirimkan barang harus melalui Singapura. Pengiriman barang Batam ke Singapura jauh lebih mahal dari Singapura ke Jepang dan China serta negara lainnya.

“Masuknya Pelindo itu tidak memecahkan persoalan – persoalan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kota Batam, Krimson Sitanggang mengatakan, pihaknya minta dilibatkan dalam pengembangan Pelabuhan Batuampar.

‘Kami kecewa karena tidak dilibatkan dalam proses pengembangan pelabuhan ini, terutama penunjukan Pelindo sebagai pengembang pelabuhan nantinya,” kata Krimson.

Dan ia pun mengaku kecewa dengan pertemuan tersebut, karena tidak hadirnya Kepala BP Batam dan Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam. Menurutnya, mereka merupakan ujung tombak dalam keberhasilan pengembangan pelabuhan.

‘tolong kami dilibatkan, Kalau kami sebagai pelaku usaha tidak ikut support. Kami mencari customer, kami yang mendatangkan kapal dan kami yang mendatangkan muatan. Dan jika pelabuhan tetap dibangun gak akan bisa apa -apa, ” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap aspirasi mereka dapat direspons oleh BP Batam melalui rekomendasi dari DPRD Batam.

Komentar

Terkini