oleh

Merdeka 74 Gaya Kaum Marjinal

-Daerah-1 views

Batam , Kepri (internusamedia“Saat kubuka catatan sejarah

Kubaca pekikan itu: MERDEKA!!!
Teriakan membakar semangat
Satu teriakan, semua berpadu
Rapat semangat lawan penjajah
……………………
……………………
Kurindu teriakan heroik MERDEKA!!!
Kurindu Indonesia Raya
Kurindu semua nada semangat kebangsaan
Dalam ingatan dan tindakan”

Penggalan puisi berjudul Merdeka!!! karangan Immaculata Is Susetyaningrum, itu meluncur lancar dari mulut Ibu Deni Fitria, salah seorang walimurid saat memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 di Rumah Baca atau Sekolah Kuntum Batam Little Angel (KBLA) Kampung Air, Baloi Permai, Batam Center, Sabtu 17 Agustus 2019. Ia membacanya dengan penuh penghayatan bukan sekedar untuk menghibur tetapi terlebih untuk menanam rasa cinta pada Indonesia, serta penghormatan kepada para pendiri bangsa yang telah berjuang untuk kemerdekaan yang juga dinikmati kaum marjinal saat ini.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Semangat dan rasa terima kasih terus tumbuh karena meski hidup di wilayah tersisihkan seperti “ruli” (rumah liar) tetapi mereka dapat mengakses pendidikan bagi anak-anak mereka berkat adanya KBLA di tempat ini yang telah berdiri sejak tahun 2005. Di rumah baca dan sekolah inilah anak-anak mereka dapat bermain dengan bebas secara terarah, terus menikmati pendidikan yang membebaskan agar berkembang menjadi pribadi yang cerdas, humanis dan mandiri. Sekolah itu memiliki cara mengisi peringatan kemerdekaan dengan berbagai acara khas kaum marjinal. Mereka tidak peduli dengan berbagai gonjang ganjing politik. Warna yang terlihat adalah semangat membara dan kebanggaan akan kesatuan yang tercipta dalam kebersamaan di wilayah marjinal yang mereka diami bertahun-tahun ini meskipun berselimut ancaman penggusuran.

Para walimurid yang berjumlah sekitar delapanpuluan, sejumlah anak-anak mereka dengan semangat menyambut ajakan para Ibu Guru di sekolah itu untuk memperingati secara sederhana HUT ke 74 RI kali ini. Dimulai dengan upacara bendera di halaman sekolah, lalu para ibu mengikuti lomba memasak nasi goreng. Tiap kelompok terdiri dari tujuh orang, di mana dibagi menjadi empat anggota aktif memasak, dan tiga lainnya mendukung dengan acara lainnya yang relevan berkaitan dengan kemerdekaan. Tidak semua ibu diwajibkan ikut, terserah pada pilihan, siapa yang ingin terlibat dan memiliki hoby memasak untuk berlomba saja.

Lomba memasak nasi goreng dipilih karena ini yang paling praktis dan mudah bagi para ibu yang tiap pagi jika menyiapkan anak-anaknya untuk ke sekolah, bekal yang paling gampang dikerjakan adalah nasi goreng, jelas Ibu Agusthina Kemang, Kepala Sekolah KBLA Kampung Air. Pihak sekolah meminta kesediaan Bunda Sri Sudaryani sebagai juri tunggal dalam lomba ini. Selain karena Bunda Sri pernah masak di dapur istanah negara pada HUT RI ke 72 (2017) sebagai perwakilan dari Batam-Kepri, Bunda Sri juga sudah dikenal para ibu karena terus aktif mendampingi ibu-ibu di Kampung Air dalam kegiatan koperasi wanita di sini, tambah Agusthina.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Komentar

Terkini