oleh

Lawan Hoax dan Radikalisme Melalui “Critical Thinking”

NTT (internusamedia.com), Cara berpikir kita harus menjadi _critical thinking_. Berpikir kritis untuk untuk tanggapi berita hoax. Harus bisa memilih mana informasi yang baik di media massa.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat pada sambutannya dalam Pembukaan Sidang Klasis Sulamu 2, yang dilangsungkan di Gereja Jemaat Betesda, Desa Oeteta Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang pada Selasa (6/8).

“Kalau kita punya critical thinking yang baik maka tidak mudah terpengaruh dengan hoax atau informasi yang tidak benar yang dapat membawa kita pada radikalisme. Baca buku 2 jam sehari supaya bisa melatih kita berpikir kritis dan hebat”, jelas Gubernur Viktor.[artikel number=5 tag=”daerah, internasional, ekonomi-bisnis, hukum-kriminal, kesehatan, nasional, olahraga, opini, pendidikan, politik, religi, sepakbola, vidio” ]

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (Tengah) & Wakapolda NTT, Brigjen Pol Johanis Asadoma

“Harus jadi manusia yang hidup dalam semangat iman dan toleran dengan perbedaan dan keragaman. Dengan begitu maka kita tidak mudah terpapar radikalisme yang juga bisa memecah belah”, tambahnya.

Komentar

Terkini